Menenun Literasi dari Akar Rumput: Kala KIM Kota Pasuruan diajak Melawan Senyap dan Hoaks

  • May 26, 2026
  • Bismillah Sukses
  • Organisasi/Komunitas Tingkat Kelurahan

Kota PASURUAN – Informasi hari ini bukan lagi sekadar bumbu obrolan di teras rumah, melainkan udara yang kita hirup setiap detik. Di tengah derasnya arus digital yang acap kali membawa keruh berita bohong, sebuah ikhtiar untuk menjernihkan ruang publik kembali diteguhkan. Bertempat di sudut Kota Pasuruan, puluhan penggerak Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dari berbagai kelurahan berkumpul, membulatkan tekad untuk menjadi lentera literasi di wilayahnya masing-masing.

 

Hadir sebagai pembawa pesan perubahan, Putut Darmawan, SE, MM, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur. Di hadapan para pegiat lokal, ia tidak hanya membawa angka dan teori, melainkan sebuah peta jalan digital bernama "Klinik Hoaks".

 

Sebuah software inovatif yang telah sukses memayungi beberapa kota di Jawa Timur ini dikenalkan bukan sekadar sebagai aplikasi, melainkan sebagai "perisai" modern. Di ruang Klinik Hoaks inilah, segala kabar angin yang berseliweran dipilah dengan presisi, memisahkan fakta yang benderang dari dusta yang samar. Putut berharap, KIM di Kota Pasuruan mampu mengadopsi semangat ini, menjadi benteng pertama yang menghalau kabut misinformasi sebelum menyentuh masyarakat bawah.

 

"Jangan biarkan kelurahan Anda sunyi dari narasi-narasi baik. Setiap sudut Pasuruan punya cerita, punya potensi, dan tugas Andalah yang menjadikannya bersuara," ujar Putut, membakar semangat ruangan dengan afirmasi dan motivasi yang hangat.

 

Lebih dari sekadar memilah berita, pertemuan ini menjadi sebuah panggilan untuk berselancar di dunia maya dengan identitas yang kuat. Melalui rumah digital bernama kim.id —sebuah ruang yang telah disiapkan dan didaftarkan dengan rapi oleh Kominfo Kota Pasuruan—para pengurus KIM ditantang untuk lebih gigih. Mereka diajak untuk merajut kembali wajah kelurahan mereka melalui tulisan, gambar, dan karya.

Membranding kelurahan bukan lagi tentang pamer kemewahan, melainkan tentang menumbuhkan kebanggaan lokal. Menulis di kim.id adalah cara merawat ingatan, mengabarkan geliat UMKM, menyuarakan gotong royong warga, dan memastikan bahwa Kota Pasuruan tidak hanya sekadar penonton di panggung digital nusantara.

 

Pertemuan siang itu ditutup bukan dengan riuh tepuk tangan belaka, melainkan dengan komitmen yang tertuang dalam lembar berita acara. Namun jauh di luar kertas formalitas itu, ada nyala api baru di dada para penggerak KIM Kelurahan: kesadaran bahwa dari jemari merekalah, informasi yang sehat, jujur, dan bermartabat untuk Kota Pasuruan dimulai.